Monday, January 23, 2012

Cinta Tidak Membuatmu Menjadi Lemah

                                         

Sebentar, aku hanya merasa selalu ada kisah mengharukan yang Allah tunjukkan untuk diambil hikmahnya. Aku ingin menulis sedikit tentang cinta dan tak perlu enggan atau ragu membicarakan tema ini karena sering kita menganggapnya tabu padahal ada celah untuk saling  menasehati.

                                                               
                                                             ***

Pada tengah hari, pintuku di ketuk. Tidak dengan perlahan. Namaku dipanggil dengan tergesa. Kutatap raut wajah cemas seorang teman saat kubuka pintu. Kemudian ia mengambil tempat, bersandar di salah satu sudut ruang. Setelah sedikit tenang dengan suara rendah dan kata tersendat ia bercerita kalau sesaat tadi bertemu dengan lelaki yang dicintainya diam-diam. Namun sekarang lelaki tersebut sudah bersama istri. Sambil menyodorkan segelas air, kulihat ada air mata diujung matanya. Mendadak ada rintik di hatiku.

Di rentang waktu yang lain, seorang teman pun mengurai kisah perihnya tentang lelaki yang sudah dipercayai namun mengkhianati. Lelaki yang sudah memberinya harapan tapi akhirnya membohongi. Kuperhatikan luapan kekesalan. Ada air mata yang mengalir di pipi namun segera dihapusnya. Pada hati yang terluka adakah lelaki itu merasa bersalah. Entahlah. Mungkin tidak.

Adakalanya aku membatin. Tuhan, mengapa Engkau ciptakan perempuan dengan lembut hatinya? Kalau saja sebelum jatuh cinta kita memahami bahwa siap mencintai siap pula untuk kecewa. Begitu pula bila terlalu menyayangi membuat terkorbankan diri. Barangkali "hati-hati" itu tak perlu merasakan duka.

Namun, padamu. Siapapun,  yang kadang-kadang masih merenungi rasa sedih itu. Semoga menyadari hanya cinta kepadaNya yang tak membuat kecewa. Ketika dirimu terluka, berbaik sangkalah bahwasanya Allah sedang meluruskan dari kesalahan dan mengajari agar tidak berharap pada manusia. Pasrahkan semua pada Allah serta ambil pelajaran untuk selalu menjaga hati dan diri.

Kemudian mari berbuat lebih banyak kebaikan serta yakinlah bahwa dalam perjalanan waktu Allah sedang mengantarkanmu pada seseorang yang jauh lebih tepat, jauh lebih baik bahkan jauh lebih sholeh/sholeha asal kita pun mau mengejar hidayahNya. Buat apa mengingat seseorang yang tidak menempatkanmu di masa depannya. Apalagi dia yang sudah melukai hati. Atau lebih baik mencoba belajar mengikhlaskan dengan mendoakan agar lelaki itu tidak melakukan kesalahan yang sama pada orang lain.

Untukmu yang memandang segalanya kini terasa sebagai kesenduan karena rasa tak berbalas atau  hati yang sudah terlanjur terluka. Cukuplah satu kali merasakan luka untuk mendapat hikmah yang sama. Tak ada yang salah dengan anugerah cinta dariNya. Hanya saja berusahalah dalam menjaganya agar tetap dalam keridhoan Allah.

Sesungguhnya, Tuhan mengirim paket cinta bukan untuk membuatmu lemah. Demi hatimu, hari depanmu..


**Dariku, yang kadangkala kuat namun juga rapuh.
    VCY, sisiungu.

Sunday, January 15, 2012

I've Changed



Apa yang spesial dari setiap bertemu tanggal lahir?

Dulu ketika aku masih sekolah dasar dengan pesta sederhana, balon bermacam warna serta kue yang biasa, semua itu sudah membuat gembira. Karena yang paling dinantikan adalah saat selesai acara kemudian dengan mata binar membuka tiap kado ulang tahun. Sudah tentu senang sekali mendapat bemacam hadiah.

Namun semua telah berlalu, ada banyak hal terjadi…

Mulai dari langit malam yang menghamparkan warna abu-abu pucat sampai pagi hari ini, kesekian kali aku tak memerlukan perayaan, selain intropeksi diri. Kemudian melakukan hal-hal biasa. Mungkin engkau pun sering melakukannya setiap kau ingin atau hal-hal apa saja terbersit dalam kepalamu. Saat fajar membuka mata dengan ucapan syukur, melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba, memasang senyum tanda terima kasih serta mendoakan kedua orangtua dan keluarga agar tetap dalam kasih sayangNya. Lalu sesekali merenungkan kenangan-kenangan peristiwa yang membawa pada ketakjuban yang sama bahwa sampai hari ini Allah begitu banyak menyisipkan kekuatan yang sering tak bisa kutebak. Aku juga masih diberi kesempatan menghirup udara dan menghembuskannya kembali.

Hari ini kukenakan gamis ungu terbaik kemudian bergegas menuju forum kajian menimba ilmu. Menikmati setiap kata terucap dari pemateri yang sarat dengan hikmah membuatku harus menghapus airmata yang sudah terlanjur turun karena membandingkan diri yang begitu “kerdil” dengan para sahabat dan ulama yang dikisahkan. Betapa perbaikan diri itu perlu kegigihan. Semoga Allah membimbing tiap langkah kita menujuNya.

Hingga di bawah langit senja yang kemerahan, aku masih merasakan hal yang sama saat perpisahan dengan empat orang perempuan yang sudah seperti adik. Meski ada kehangatan mengalir di sana tapi perpisahan seringkali meninggalkan kesedihan manakala kebersamaan sudah lama terjalin. Walau yakin akan ada kebaikan yang kan menyertainya karena Allah pun selalu menjaga.

Apapun yang terjadi. Setelah januari di tahun dan waktu sebelumnya. Telah banyak yang dilakukan, telah banyak peristiwa yang dilihat dan dialami beralih rupa. Terus mencoba meluaskan hati untuk mengambil kebaikan dari tiap keputusanNya atau belajar menerima segala sesuatu yang diberikan olehNya dengan ketulusan hingga merubah dalam cara pandang terhadap banyak hal. Semoga apapun itu adalah untuk menumbuhkan kebaikan diri.

Akhirnya di blog SisiUngu…

di ruang sederhana tempat aku berbagi, jauh hari aku pun telah mengevaluasi bahwa masih banyak kekurangan dalam tiap kalimat yang kutulis. Saat engkau tak menemukan kebaikan di dalamnya atau terlalu banyak hal sia-sia yang kuceritakan. Pun ketika engkau menemukan aku tak sama dengan apa yang kutulis dan kunasehatkan pada orang lain, sesungguhnya aku sedang belajar pelan-pelan memahamkan pada diri sendiri.

15 Januari, ada waktu bergulir pelan tapi begitu pasti dan biarlah usia serta fisik yang berubah namun hati ini tidak.


Salam kenal,
VCY, sisiungu.

Thursday, January 12, 2012

Menuju Pantai



Besok, awal pagi adalah pagi yang juga menyenangkan bagi orang-orang yang berada di pantai,
iya kan?


Sebab, di pantai engkau bisa merasakan hangatnya cahaya sang surya di kulit dan angin sepoi-sepoi yang sejuk, semuanya memberi keseimbangan antara panas dan dingin dengan sempurna. Dengarkan suara ombak yang bergulung di pantai, angin yang berhembus melewati rumput di hamparan pasir, dan teriakan burung-burung camar di kejauhan. Lihatlah langit biru, sejumlah gumpalan awan dan burung camar yang terbang tinggi di atas. Lalu pandanglah garis putih pantai yang panjang dan ombak yang memecah dengan buih putih..


Lihatlah cakrawala dan perhatikan garis yang halus itu di mana samudra lautan bertemu dengan langit. Pandanglah perbedaan antara biru-hijaunya samudra dan birunya langit. Dan coba cium air laut yang berbau asin sembari menarik dan menghembuskan nafas dengan perlahan. Udara begitu segar dengan aroma asin.

Anggaplah kita sedang mengambil cuti liburan singkat di antara hari-hari sibuk.
Kau bisa datang manakala kau mau.
Kau bisa relaks dan merasa damai…


 jika kau merindukan sebuah tempat, engkau dapat menuliskannya dengan segala rasa.


#january, 2012
VCY, sisiungu.