Tuesday, August 30, 2011

MenujuMu



1000 kali lipat harusnya yakinanku padaMu. Dalam tiap ujian, dalam tiap teguran akan ada kasih sayang yang teramat dalam Engkau tunjukkan. Seharusnya pun sedari dulu aku terbangun dari tidur agar tak dihembus angin lalu terjatuh.

Mulai dari purnama lalu kubaca lagi perjalanan ini. Menyusuri dalam cuaca tak tentu, menjalani petang dengan gegas sampai waktu meredup. Betapapun, aku juga menyadari, semua ini tak jauh lebih pelik sebab sandaran ingin lagi kugantungkan kepadaMu. Maka pintaku, kuatkan langkah menujuMU.

Tuhan…pantaskah aku dicemburui bidadari? Saat kusadari bahwa di ujung kesalahan-kesalahanku ada pintu kembali yang Kau tunjukkan. Kuharap warna-warna airmata kini telah menjelma cinta setelah Kau tampakkan nyata namun fatamorgana dengan segala kebohongan yang menghiasinya. Atau aku yang kini menjelma bulan sempurna. Lalu mencekung, menjadi sabit kemudian hilang.


1 Syawal 1432 H
vcy, sisiungu.

Wednesday, August 10, 2011

Pernikahan adalah seperti Sekolah

                                                                             picture

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, “HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”

Tuesday, August 2, 2011

Kaca si Mata



Di hari siang, beberapa waktu lalu, aku merasa perjalanan menuju optik terasa lamban. Ini yang kedua kalinya namun pergi sendiri. Ngapain? Ya tentu saja ada hubunganya sama mata, bukan sama pendengaran, he^^ Yang kedua ini aku hendak memesan lensa.

Kali pertama aku sekedar menemani teman yang ingin memesan lagi kacamata. Temanku ini sebelumnya memang sudah berkacamata namun kacamatanya hilang. Sedang waktu itu aku hanya ingin memeriksa mataku yang kian hari kian mengabur. Aku menerka karena punya kebiasaan jelek, semenjak dulu sampai kini hampir selalu sebelum tidur membaca buku dengan posisi berbaring. Dan akhir-akhir ini sering menatap monitor.