Thursday, April 28, 2011
Welcome to facebook.
Enter your email.
Enter your password.
Login.
Klik Account.
Klik Account setting.
Klik deactivate account.
Are you sure you want to deactivate your account?
Yes.
Reason for leaving?
I dont feel save, bla..bla...bla ^^
Klik Email opt out.
Klik Confirm.
Please confirm your password to continue.
************
Klik Confirm.
Enter both words below, separated by a space > erhers address
Klik Submit.
-Now you can rest comfortably-
Thank you, Admin.
28 April 2011
tempory?
Wednesday, April 27, 2011
Ayahku
Kalau kau bertanya siapa lelaki paling lembut dalam hidupku, dia adalah ayah. Bahasa didikannya tak pernah dengan mencubit atau sekalipun memukul hingga aku dewasa. Dia mengajariku dengan sedikit bahasa kata dan laku.
Kalau kau bertanya siapa lelaki paling penyayang dalam hidupku, dia adalah ayahku. Ayah sering mengajari satu dua lagu semasa kami kecil dan yang kuhapal betul sampai kini adalah Bunda Piara. Lalu seperti hari-hari biasanya beliau akan merekam suara kami, ketiga anak perempuannya dengan tape recorder sederhana yang digunakan untuk merekam berita nasional di televisi karena kala itu beliau adalah seorang pegawai kantor Penerangan. Kemudian akan kami dengarkan bersama sambil tertawa.
Monday, April 25, 2011
Renungan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA
Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan
Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas dalam perbuatan
Ada orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman
Ada yang berlisan fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyu` namun sibuk dalam kesendirian
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombong iblis, ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut
Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan, ada juga penzina yang tampil sebagai figur panutan
Ada yang punya ilmu tapi tidak paham, ada yang paham ilmu tapi tidak mengamalkannya
Ada yang pintar tapi tukang membodohi umat, ada yang bodoh malah sok pintar
Ada yang beragama tapi tidak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tidak bertuhan
Lalu di antara semua itu, di mana aku berada ?
Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas dalam perbuatan
Ada orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman
Ada yang berlisan fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyu` namun sibuk dalam kesendirian
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombong iblis, ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut
Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan, ada juga penzina yang tampil sebagai figur panutan
Ada yang punya ilmu tapi tidak paham, ada yang paham ilmu tapi tidak mengamalkannya
Ada yang pintar tapi tukang membodohi umat, ada yang bodoh malah sok pintar
Ada yang beragama tapi tidak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tidak bertuhan
Lalu di antara semua itu, di mana aku berada ?
Tuesday, April 19, 2011
KARAKTER MUSLIM DALAM BERBICARA
Seorang yang bukan muslim tidak mempunyai aturan apapun dalam berbicara. Maka ia tampak banyak berbicara, tapi kosong dalam segala hal yang diketahui dan yang tidak diketahuinya. Ia akan mengatakan segala sesuatu dengan bukti atau tidak dengan bukti. Berguna atau tidak berguna, baik atau buruk. Selain itu, seorang kafir kalau berbicata tidak memperdulikan apakah pembicaraan itu berisi dukungan kepada ahli batil dalam kebatilan atau membantah ahli haq dalam kebenarannya. Dalam berdebat ia sama sekali tidak memperhintungkan norma-norma berbicara. Ia lakukan dengan ilmu ataupun tidak, dan tujuannya berdebat bukan untuk melahirkan kebenaran. Demikian pula halnya dalam berdiskusi. Ia hanya mencari kemenangan semata.
Seterusnya, kalau ia berbicara ada unsur menghina dan merendahkan orang lain. Kadang-kadang ungkapannya begitu kasar, jauh dari kebenaran, fasih, banyak serampangan dan dibuat-buat. Dia tidak memperdulikan yang keluar dari lisannya; apakah keji, kecaman, kutukan atau perkataan jahat.
Kebiasaan lain dalam pembicaraan orang kafir ialah suka melucu dan bergurau tanpa kebenaran. Maka ia sering melucu dengan dusta. Bahkan ia sering berdusta dalam segala hal dan setiap waktu. Kalau dia ingin, dia dapat saja melakukan pembicaraan yang menghina orang, merendahkan, memperolok-olok atau membuka rahasia dan menyebarkannya. Kalau berjanji, ia tidak mesti menepatinya dan kalau bersumpah, ia tidak memperdulikan apakah sumpahnya dalam kebaikan, pelanggaran atau kedustaan. Ia biasa menyalahi janjinya, melancarkan adu domba meskipun orang yang diadu domba itu orang-orang dekatnya dan menyebarkan gosip di tengah-tengah manusia dengan tujuan membuat keonaran.
Seorang kafir biasanya keterlaluan dalam memuji dan mencela. Dia tidak memperdulikan pembicaraannya itu benar atau salah, mengakibatkan kebaikan atau keburukan dan menghasilkan kemanfaatan atau malah membahayakan. Intinya bagi orang kafir tidak ada norma yang mengikatkannya dalam berbicara. Memang, seorang kafir tidak melakukan semua itu. Tapi baginya tidak ada halangan untuk melakukannya.
Sunday, April 17, 2011
Tuhan, Kubisikkan Kerinduan…
Bukan Engkau yang membuat jarak ini, tapi aku. Aku yang tidak merapatkan diri. Tangan yang menyambutku dengan kasih kukibas pelan-pelan. Kisah yang Kau hantar lewat angin dan pucuk dedaunan tak lagi kusisip di sinaps-sinaps kepala, mengiringi detak jantung tapi kubiarkan ia hilang bersama embun pagi dan ketukan sepatu.
Detik jam di pergelangan tanganku terus berdetak dengan ritme yang tak pernah berubah. Terus berganti hari dan tak pernah bisa kuhitung dengan pasti kemana penghujungnya. Barangkali sudah kubawa hanyut ia mengelilingi dunia yang sebentar lagi mendekati mati.
Monday, April 11, 2011
Aku Ingin Mencintaimu dengan sederhana
Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana
(Sapardi Djoko Damono)
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
*Finally sore ini hujan setelah sekian hari dan saya teringat puisi dari salah seorang penyair favorit saya. Mari memetik hikmah di kebun kehidupan :)
Wednesday, April 6, 2011
Tuhan, Buat Aku Lupa
Angin bertiup lembut mengantar rintik tipis
demi rinai yang selalu kurindu
merebas dingin di ujung ingatku
kini ku tak lagi perlu waktu
biar hilang memori yang menempel pelan di labirin kepala
yang kuselip di alamat tak bertemu
dan ku mulai lupa
seperti doa malam kemarin jua hari selanjutnya
aku yang sendiri meminta, “ Tuhan buat aku lupa”
lalu ku berjanji tuk mengemas air mata dan tak membuatnya mengalir
untuk hal-hal yang tak seharusnya
Pontianak, 06.04.2011
Subscribe to:
Posts (Atom)






