Thursday, July 29, 2010

Tumbuh (lagi)


Sudah beberapa hari ini saya sering bernyanyi-nyanyi kecil dan tersenyum pada beberapa orang yang saya temui. Bukan karena akan mengikuti sebuah audisi calon penyanyi dan bibir tak sudi diajak tersenyum, he..namun saya sedang mengajari jiwa agar lebih rileks, meredam gejolak, tidak tegang, tidak terlalu mencemaskan sesuatu, tidak untuk menyimpan kegundahan lebih lama, tidak grasa grusu.
Kadang ada saat-saat begitu rapuh, terlalu mendramatisir masalah dan menyimpan persoalan hanya untuk diri saya yang lama-lama berakibat besar dan diri sendiri terkorbankan. Ada perasaan-perasaan negatif yang hilir mudik menelingkup hati lalu membuat panik. Kemudian akhirnya merasa berada di sebuah tempat asing. Asing terhadap diri sendiri.

Saya kemudian mencoba mengejar ketertinggalan saya, memahat cita-cita saya dilangit, merenovasi, melupakan semua kegagalan dan kekerdilan sikap. Lama-lama saya ingin melompat jauh lebih tinggi, berpindah posisi (he...emang selama ini dimana?).

Saya mencoba untuk mensyukuri semua apa yang telah terjadi. Belajar dari kesalahan- kesalahan yang masih sama lalu berusaha untuk mengusir penat. Saya runut beragam nikmat yang telah diberikan Tuhan. Punya rumah yang meski kecil dan sederhana tapi berisi keluarga yang terus memotivasi dan siap menerima kekurangan saya. Saya masih bisa bangun pagi dan merasa sehat, saya bisa menegakkan kepala dengan senyum, saya masih memiliki uang didompet meski tak banyak (he..) saya masih bisa makan dan membaca, saya dipertemukan dengan orang-orang yang dari mereka saya belajar mencintai. Kehidupan yang saya miliki sekarang dan kebaikan-kebaikan Tuhan yang tak pernah selesai diberikanNya untuk saya. Segala Puji bagi Allah... 

Akhirnya, adalah sebuah kebahagiaan ketika bisa kembali tegak berdiri, menemukan diri sendiri pada posisi seimbang. Lalu kembali menyematkan hati dengan harapan-harapan baru dan mengawetkan kesadaran bahwa setiap ujian ada pelajaran yang berarti. Dan hari ini, hari-hari esok adalah hari-hari menjalani takdir yang khusus disiapkan olehNya.



Pontianak, 29.07.2010
Saya, sisi Ungu, seseorang yang masih ingin terus tumbuh dan tegar...






Tuesday, July 27, 2010

Ada Yang Telah Selesai



Ada Yang Telah Selesai

; menjemput sahaja



Kutunggu setiap arah angin, kisah-kisah yang kan Engkau takdirkan

memungut pasrah dalam balutan keyakinan

fana...

dilangitku

diretinaku

dikamarku

dibukuku

sayup-sayup yang memucatkan perasaan


ini adalah hidup menggenap hari

lalu hapus mimpi-mimpi tak sempurna

sebab melukis langit adalah Engkau

jauh di sana secercah cahaya di pucuk sahaja


aku yang membasahi sajadah dengan sesal

dalam diam

geluti kepundan bimbang

segala-galanya menjadi taburan doa

kini, ada yang telah selesai

berpeti-peti duka hanyut dilautan


ajari bersinar lalu kan kupetik bintang paling cemerlang

di mata yang menuliskan kemenangan

; membuang bukan sebuah kekeliruan

di hembusan angin

di malam sempurna gulita

di jendela

di semesta

ia adalah relief masa silam.



Pontianak, 28.07.2010. 00:48

Sisi Ungu

Thursday, July 22, 2010

Kontroversial


Disini, di pojok ruang.

Sedang belajar untuk membuang sinis terhadap kehidupan,

Sinis terhadap kesabaran-kesabaran yang sering dipetuahkan,

tapi tidak dicontohkan dalam laku kehidupan.

Sekalipun tak ingin sembunyi dari kenyataan, mungkin ada perasaan bersalah yang membuncah. Maka sejak itu, lupakan kenangan karena ada banyak keindahan yang datang dari langit khusus buat diri yang sedang lelah atau kamu yang gundah.



Disini, menatap langit...

duduk dengan sore yang sebentar lagi akan dijemput senja.

Maka, adalah sebuah keputusan kontroversial; lari dari hidup.

Biarkan saja semua resah terbang bersama angin

beradu pada padu gemerisik dedaunan.

Resah adalah rasa agar mengerti makna tenang,

seperti sedih yang membuat bahagia hadir mengisi ruang-ruang kehidupan,

karena ada pengalaman pahit untuk dijadikan pelajaran

dan banyak pengalaman manis untuk dijadikan penyemangat perjalanan.



sisi Ungu. Membuang kepundan resah.

Engkau Alamatku


Engkau Alamatku

; Kutemukan



Buncah rindu Kupilih untukMu

Kau yang datang ketika duka menari-nari diluas hati

Kau yang mencintai lebih utuh

Hanya Engkau yang selalu ada


Setumpuk cinta kupilih untukMu

simpan jauh lebih dalam

akulah hamba yang ingin dimabuk rindu

karena hati telah letih tanpaMu


Maka, ajari lagi memuja

mencintai disetiap hela

menggugur gerimis dalam malam-malam jumpa

rangkai hari dalam balutan renungan ketulusan

Dan Engkaulah pemilik kebaikan yang tak pernah selesai

Beri cahaya saat jalan tak benderang

Lalu izinkan aku memupuk rindu.



Juli 2010.

Sisi Ungu. Ketemukan diri.