Saturday, October 31, 2009

Aku melangkah lagi, Aku nulis lagi



Aku melangkah lagi, Aku nulis lagi



Atas berjuta rindu kembali kuingin menggoreskan banyak kata, memenuhi ruang blog dengan beragam pikiran. Setelah beberapa waktu sempat mengundurkan diri dari aktivitas ini. Meski pada dasarnya, hadirnya blog ini tak begitu mengharapkan dibaca orang lain. Blog yang dibuat hanya untuk menajamkan pena dan menyalurkan semangat menulis yang kadang meluap- luap meski untuk hal- hal yang sangat sepele.



Aku bukanlah seorang penulis sehingga tidak terlalu terampil dalam bertutur. Namun, aku juga tak menolak jika ada yang menjadikan blog ini sebagai tempat perhentian sejenak, tempat mengambil jarak dari masalah, untuk kemudian mencari titik jernih. Menemukan “insight” dari cerita- cerita usang yang kugoreskan, hingga memperoleh semacam kelegaan dan percikan ide untuk keluar dari masalah. Yah, intinya ada semacam celah bagi jiwa yang penat atau menemukan “EXIT WINDOW”, jalan keluar. Hmm, sebuah harapan muluk kali ya? Karena, beragam coretan jari yang tertuang diblog ini adalah hal- hal biasa dan sederhana. Hanya saja hati kecilku juga memiliki lintasan keinginan agar semua yang pernah tertuliskan bisa bermanfaat meski hanya sedikit.



Aku bukan pula seorang guru kehidupan yang begitu paham setiap persoalan dan tak sedang mengajari siapa pun. Aku hanyalah seseorang yang juga mengalami dan melalui proses marah, benci, takut, sedih serta bahagia dalam memetik hikmah di sebuah kebun kehidupan. Hingga segala hal yang kutulis hanya sekedar menawarkan jalan untuk mengarifi hidup. Karenanya aku masih ingin terus melangkah dan menulis lagi.



Dearest. 24: 00

Pontianak.

Allah Knows


Allah Knows


When you feel all alone in this world
And there's nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows

When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows

No matter what, inside or out
There's one thing of which there's no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows

When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows

When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows

You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows


Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows


by. Zain Bhika


Wednesday, October 21, 2009

Mamahami kebahagiaan..




Kebahagiaan seringkali memang tak membutuhkan apapun, kecuali perasaan itu sendiri. Rasa itu hadir dalam bentuk sederhana dan dalam wujud- wujud yang bersahaja. Seringkali malah kebahagiaan hadir pada kesederhanaan dan kebersahajaan. Seringkali kebahagiaan itu hadir, pada jalin- jemalin syukur yang tak henti terpanjatkan pada ilahi. Sebab kebahagiaan itu adanya di hati.



Monday, October 19, 2009

Helm “Minnie Mouse”

Helm “Minnie Mouse”

Seminggu ini aku masih memandang heran pada sebuah helm bermerk “GM” pemberian Bapak yang bergambar kartun “Minnie Mouse”. Mengapa Bapak memilih helm ini? tanyaku dalam hati. Pertama kali melihatnya saja sudah membuatku sedikit terkejut. Alasannya helm tersebut hanya akan membuatku tak PD karena akan terlihat feminim dan kekanak-kanakan. Kalau boleh memilih aku bahkan lebih suka bergambar kartun hero Spiderman ataupun Batman agar lebih kelihatan ksatria.

Sebelumnya sudah kukatakan pada beliau bahwa lebih baik aku saja yang membeli sendiri agar tak merepotkannya dan dengan jelas kukatakan via handphone pilih warna seluruhnya hitam atau merah saja tanpa ada gambar. Tapi Bapak hanya ingin ia yang membelinya. Rupanya, jrenggg…helm itu membuatku terpaku beberapa saat kemudian tertawa kecil cukup lama.

Dan lagi- lagi aku diajarkanNya untuk bersyukur terutama pada segala hal yang tak sesuai inginku. Paling tidak meski warna dasarnya putih, masih ada warna merah yang menghiasinya. Juga helm itu memang dihadiahkan Bapak padaku tanpa kuminta. Selalu saja IA mengajariku dengan caraNya sendiri. Perlu juga membiasakan diri menerima hal yang tak diinginkan, tampil dengan performance beda agar bisa menerima diri apa adanya.

“Makasih, Bapak” ucapku lirih ketika ia menelpon menanyakan apakah aku suka dengan helm itu. Kata terimakasih yang kuucapkan sambil menahan rasa heran, lucu dan mengharu biru.

Nb: maap, gambar helm itu tak ingin saya tampilkan.. :)

Sunday, October 18, 2009

Asma'ul Husna

Segala Puji bagiMU Ya ALLAH, yg Pertama tanpa ada yg mengawali, yang Terakhir tanpa ada yg mengakhiri. Yang tak terlihat oleh pandangan orang yg memandang, yang tak tergambarkan oleh bayangan..Begitu Indah AsmaMU..




Asma'ul Husna

ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.

Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.

Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24)
Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.
Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran.

Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'râf: 180)


Allah الله

1 Ar Rahman الرحمن Maha Pemurah
2 Ar Rahiim الرحيم Maha Penyayang
3 Al Malik الملك Maha Merajai/Memerintah
4 Al Quddus القدوس Maha Suci
5 As Salaam السلام Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al Mu`min المؤمن Maha Memberi Keamanan
7 Al Muhaimin المهيمن Maha Pemelihara
8 Al `Aziiz العزيز Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
9 Al Jabbar الجبار Maha Perkasa
10 Al Mutakabbir المتكبر Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 Al Khaliq الخالق Maha Pencipta
12 Al Baari` البارئ Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 Al Mushawwir المصور Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14 Al Ghaffaar الغفار Maha Pengampun
15 Al Qahhaar القهار Maha Memaksa
16 Al Wahhaab الوهاب Maha Pemberi Karunia
17 Ar Razzaaq الرزاق Maha Pemberi Rejeki
18 Al Fattaah الفتاح Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 Al Qaabidh القابض Maha Menyempitkan (makhluknya)
21 Al Baasith الباسط Maha Melapangkan (makhluknya)
22 Al Khaafidh الخافض Maha Merendahkan (makhluknya)
23 Ar Raafi` الرافع Maha Meninggikan (makhluknya)
24 Al Mu`izz المعز Maha Memuliakan (makhluknya)
25 Al Mudzil المذل Maha Menghinakan (makhluknya)
26 Al Samii` السميع Maha Mendengar
27 Al Bashiir البصير Maha Melihat
28 Al Hakam الحكم Maha Menetapkan
29 Al `Adl العدل Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Maha Lembut
31 Al Khabiir الخبير Maha Mengetahui Rahasia
32 Al Haliim الحليم Maha Penyantun
33 Al `Azhiim العظيم Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Maha Pengampun
35 As Syakuur الشكور Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 Al `Aliy العلى Maha Tinggi
37 Al Kabiir الكبير Maha Besar
38 Al Hafizh الحفيظ Maha Menjaga
39 Al Muqiit المقيت Maha Pemberi Kecukupan
40 Al Hasiib الحسيب Maha Membuat Perhitungan
41 Al Jaliil الجليل Maha Agung
42 Al Kariim الكريم Maha Mulia
43 Ar Raqiib الرقيب Maha Mengawasi
44 Al Mujiib المجيب Maha Mengabulkan
45 Al Waasi` الواسع Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم Maha Bijaksana
47 Al Waduud الودود Maha Pencinta
48 Al Majiid المجيد Maha Mulia
49 Al Baa`its الباعث Maha Membangkitkan
50 As Syahiid الشهيد Maha Menyaksikan
51 Al Haqq الحق Maha Benar
52 Al Wakiil الوكيل Maha Memelihara
53 Al Qawiyyu القوى Maha Kuat
54 Al Matiin المتين Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Maha Melindungi
56 Al Hamiid الحميد Maha Terpuji
57 Al Mushii المحصى Maha Mengkalkulasi
58 Al Mubdi` المبدئ Maha Memulai
59 Al Mu`iid المعيد Maha Mengembalikan Kehidupan
60 Al Muhyii المحيى Maha Menghidupkan
61 Al Mumiitu المميت Maha Mematikan
62 Al Hayyu الحي Maha Hidup
63 Al Qayyuum القيوم Maha Mandiri
64 Al Waajid الواجد Maha Penemu
65 Al Maajid الماجد Maha Mulia
66 Al Wahiid الواحد Maha Tunggal
67 Al `Ahad الاحد Maha Esa
68 As Shamad الصمد Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al Qaadir القادر Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 Al Muqtadir المقتدر Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim المقدم Maha Mendahulukan
72 Al Mu`akkhir المؤخر Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal الأول Maha Awal
74 Al Aakhir الأخر Maha Akhir
75 Az Zhaahir الظاهر Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Maha Memerintah
78 Al Muta`aalii المتعالي Maha Tinggi
79 Al Barri البر Maha Penderma
80 At Tawwaab التواب Maha Penerima Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم Maha Penyiksa
82 Al Afuww العفو Maha Pemaaf
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Maha Pengasih
84 Malikul Mulk مالك الملك Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al Muqsith المقسط Maha Adil
87 Al Jamii` الجامع Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy الغنى Maha Berkecukupan
89 Al Mughnii المغنى Maha Memberi Kekayaan
90 Al Maani المانع Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضار Maha Memberi Derita
92 An Nafii` النافع Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النور Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al Haadii الهادئ Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Baadii البديع Maha Pencipta
96 Al Baaqii الباقي Maha Kekal
97 Al Waarits الوارث Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Maha Pandai
99 As Shabuur الصبور Maha Sabar

Saturday, October 17, 2009

Hadist

Hadist

Perut seseorang itu lebih baik penuh dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh daripada penuh dengan syair. (Shahih Muslim No.4191)
maksudnya orang yg terlalu sibuk bersyair tapi gak mau menyibukkan diri dgn Al Quran, Hadits maupun ilmu2 agama. Padahal Al quran dan hadits lebih penting dan lebih bermanfaat daripada syair.

Bait syair (puisi) paling bagus yang pernah diucapkan oleh orang-orang Arab adalah bait syair Labid: Ketahuilah, segala sesuatu selain Allah adalah batil. (Shahih Muslim No.4186)

Wednesday, October 14, 2009

Mendadak


Mendadak


Semua disiapkan dengan canggung dan ragu. Tulisan yang baru selesai pagi itu, ijazah, foto ukuran 3x4 terpaksa diambil dari catatan tak termonitori, sertifikat beberapa pelatihan dan seminar yang ternyata masih ada satu belum kufotokopi, KTP hingga akhirnya harus diganti dengan KTM, map yang katanya berwarna merah tapi mataku jelas- jelas menangkap warna “merah jambu”dari seluruh bagiannya dan “curriculum vitae” yang dibuat segera, ditambah intermezzo menabrak sebuah gelas seorang penjaga rental yang menimbulkan sedikit suara gaduh. Alhamdulillah hanya sebuah gelas terbuat dari plastik.


“Kita cari pengalaman” tiga kata dari mulutnya itu yang hanya nempel dipikiran. Mencoba, apa salahnya, meyakinkan hati. Meski belum tentu memenuhi permintaan, yang penting pernah bermain bersama tantangan yang mungkin sebagian orang menganggapnya biasa. “Menggapai bintang” berucap lirih di sebuah siang yang dipenuhi gerimis. Bintang, yang dimaknai dengan arti pikiran sendiri.


Mati Rasa


Mati Rasa


Bertanya kembali saat sedih tak bertemu tangis

kosong

meski cerita mengalir

kaku lalu lenyap


semua serasa mati

juga jiwa ini


Pontianak, 14 oktober 2009


Wednesday, October 7, 2009

Memandang Langit



Saat jiwa ringsek, langkah kaki makin lamban, tenaga seperti tak tersisa dan lelah menggrogoti jiwa, tersenyumlah...


Pandanglah langit, warna birunya, awan dan rasakan angin..

kemudian berkata,

"Wahai diri, aku masih punya IA''


Bercerita pada IA lewat langitnya...


Sunday, October 4, 2009

IBRAH CINTA


IBRAH CINTA


(kisah nyata, semoga ada manfaatnya)

Namanya “Aini”. begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu “adik ” terbaik yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah pertemukan ummi dengannya.

Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya , banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa meretas jalan da’wah ini. Seorang muharrik da’wah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki khusnuzon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang tersebut, maka ‘Aini Allah taqdirkan harus terus meretas keshabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu ” lemahnya ” hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika masalah fisik, suku , serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan mengundurkan diri , ‘Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes ” kenapa ikhwan sekarang seperti ini ?

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya . Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna ” Alhamdulillah. .jazakillah ummi sudah membantu…mohon do’a agar diridhai Allah ”

Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta’arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 10 tahun lebih muda dari usianya.

Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..

2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai ‘Aini mengisi sebuah ta’lim , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. ‘Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga ‘Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdo’a agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan ‘Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Rabb..sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga ‘Aini.

” Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Dien ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah.. .”

Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?

Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang ikhwan.

Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga ‘Aini. Dan baru kali itulah ummi melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.

Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat…pernikaha n yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan.

Tepat setelah ijab kabul terucap…sang ikhwan pun mencium kening ‘Aini serta membacakan do’a diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala A’ini. Lirih, kami pun masih mendengar ‘Aini berucap, ” Tolong Ikhlaskan saya…..”

Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.

Dia telah menjemput seorang bidadari…

Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya…

Dia memang hanya pantas untuk para mujahidNya di Jannah al firdausi….

Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya.. .

” ..Saya telah menikahi seorang bidadari.. nikmat mana lagi yang saya dustakan…”

Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar RahmanNya…

Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan…

Selamat jalan adikku sayang …engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang ikhwan pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para ikhwan shalih yang berkhidmat di jalan da’wah dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad dijalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada….”

Selamat jalan ‘Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya….

( bait kenangan terakhir bersamamu; ummi tidak bisa menulis seindah tulisan2mu, tapi yakinlah ummi mengiringimu dengan indahnya do”a …semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surgaNya…amiin)