Tuesday, September 29, 2009

Sepi Juga Kehidupan, Kok!


Sepi Juga Kehidupan, Kok!


“JIKA JIWAMU KOSONG, BERADA DIGEMURUH PERANGPUN TAK KAN PERNAH TERUSIK. PERCIKKAN SAJA AIR, LALU DIAM DAN RESAPI, SEPI JUGA KEHIDUPAN KOK”

Dua baris kalimat yang diucapkan seorang teman kepada saya tersebut membuat saya berfikir sejenak. Ia benar menurut saya, bahwa sepi juga adalah bagian dari kehidupan. Seperti setiap hal yang Tuhan ciptakan dalam kehidupan ini berpasang- pasangan. Malam dan siang, suka dan duka, benci dan sayang, sedang ramai pasangannya adalah sepi.

Salahkah rasa sepi itu? saat lebih suka menghabiskan waktu dirumah dari pada berada ditengah- tengah orang yang tak dikenal dan tak membiarkan kegaduhan memenuhi gendang telinga. Dirumah sendiri, jalan- jalan sendiri, atau pergi ke pusat keramaian hanya sendiri. Ada hari- hari yang menyenangkan saat menikmati riak pikiran dalam keheningan untuk melupakan kesibukan sehari- hari. Menekuri setiap tarikan nafas yang kadang lupa disyukuri dan mendapatkan banyak pertanyaan dalam kesendirian meskipun tak menemukan jawaban. Tak ada yang salah dengan rasa sepi atau lebih memilih kesendirian namun juga tak selamanya boleh melarikan diri dari keramaian.

Thursday, September 24, 2009

Sekali Waktu


Sekali Waktu


Sekali waktu tak perlu memakai jaket dan biarkan dingin pagi menusuk tulang hingga menjalar ke ujung jemari.

Atau menerobos jalanan meski sedang hujan deras yang membuat semua pakaian basah kuyup, tubuh kedinginan dan bibir menjadi pucat,

Atau melewati jalan berbeda dari biasanya menuju pulang ke rumah,

Mencoba ramah pada seseorang yang baru dikenal padahal diri lagi tak ingin bicara sepatah katapun,

Mengenakan pakaian yang padu padannya tak seperti biasa.

Terkadang perlu juga membiasakan diri dengan ketidaknyamanan. Mungkin semua itu bisa mendidik jiwa atau setidaknya mengalahkan gundah.

Tak Ingin

Tak ingin


Tak ingin kubuang, melepas kenangan
betapapun ingin mengusir rasa bimbang dikisi-kisi hati
sedang waktu berembus terus
seperti tiupan angin yang menerbangkan detik demi detik.


Berkali- kali menegaskan dihati sendiri
menyampaikan sendiri
dengan bahasa sederhana
dalam kebekuan


semuanya memang tak perlu dibuang
karna tak bisa diulang
biarkan saja menyergap rasa
untuk sesekali dikenang
untuk jalan pulang


Pontianak, 16 September 2009


Wednesday, September 23, 2009

Mencintai dengan Sederhana



Mencintai dengan Sederhana



Hari – hari berlalu, kembali menilik hati dan mengoreksi diri. Bertanya tentang sebentuk rasa yang dinama “Cinta”. Bertanya tentang cara diri mencintai pada apapun itu. Mencintai orang- orang terkasih disekeliling hidup dan segala hal yang dimiliki.


Betapapun rasa mencintai itu indah. Saat bisa memberikan yang terbaik untuk untuk orang- orang terkasih disekeliling hidup. Melakukan semua kebaikan yang bisa dilakukan untuk mereka.


Dan aku ingin mencintai semua itu dengan sederhana. Belajar mencintai dengan perasaan tak lebih pada segala hal yang tak abadi. Berlebihan? entahlah. Hanya kadang berfikir agar tak ada rasa kehilangan yang mendalam saat harus melepas segalanya. Agar tak begitu kuat menggenggam semua yang sejatinya memang bukan milik diri.




Monday, September 21, 2009

Aku MenemukanMU


Aku menemukanMU


Aku menemukanMU pada sinar matahari menerobos sela-sela jendela

Aku menemukanMU pada langit biru

Aku menemukanMU pada awan berarak megah

Aku menemukanMU pada rinai hujan


pada hijau padi bagai permadani

pada angin yang mengajak pulang

pada senja

pada elang

pada pelangi

pada melati


disetiap tasbih semesta

Aku menemukanMU


Pontianak, 20 September 2009

1 Syawal 1430 H

Sunday, September 13, 2009

Menyimpan Harap


Menyimpan Harap


Segunung harap masih kusimpan untuk MU

Pada buram sketsa hidup disela bimbang

dalam diam dalam jawaban


Tak ingin hilang rasa

agar ia genap menjadi padu

menjejaki tiap kata


Aku hanya hamba yang masih belajar

mengeja makna dalam riuh putaran waktu

kemudian terbata- bata membaca asma-MU


Aku hamba ringkih jiwa

meminta segenap daya selaksa cinta

disetiap uraian cerita



Pontianak, 12 September 2009

Malam.